Hari ini, 23 November 2015, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) akan
melakukan rapat internal berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik
yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto. Masyarakat luas tentu berharap
bahwa kasus dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Setya
Novanto dapat dilakukan secara transparan dan adil.
Dapatkah MKD
memutus kasus ini dengan seadil-adilnya? Hal ini tentu bergantung pada
nurani para anggota MKD. Jika mereka masih memiliki hati dan pikiran
yang bersih maka tentu saja mereka akan berupaya untuk menangani kasus
ini dengan baik. Namun jika tidak, maka mereka akan berupaya untuk
menyelesaikan kasus ini demi kepentingan salah satu pihak.
Gawatnya
lagi adalah jika ternyata di tengah penyelesaian kasus ini bergelimang
uang sebagai jaminan lolosnya Setya Novanto dari lubang jarum.
Masyarakatyang menjadi penonton dalam kasus ini nantinya akan sangat
mudah menilai integritas MKD melalui putusannya menyangkut nasib Setya
Novanto.
Mahkamah Kehormatan Dewan diminta tak mengulangi
kesalahan mereka lagi seperti saat Setya Novanto lolos dalam kasus
kehadirannya di kampanye Donald Trump. Keputusan MKD yang meloloskan
Setya Novanto atas pertemuannya dengan Donald Trump telah menampar wajah
lembaga tersebut di hadapan masyarakat.
Kasus "papa minta saham"
ini akan menjadi pertaruhan bagi kepercayaan masyarakat kepada MKD. Jika
MKD mengedepankan integritasnya maka masyarakat akan memberikan standing ovation, namun jika sebaliknya, maka MKD harus siap menerima penghakiman dari masyarakat.
Diambil dari:
http://www.kompasiana.com/yohanes_sandi/setya-novanto-dan-pertaruhan-mkd_565282f72f7a61fa038b458f
Tidak ada komentar:
Posting Komentar