Jumat, 01 Januari 2016

The 1st page of 366 page

Yappp. Ini adalah halaman pertama dari total 366 halaman di tahun 2016. Jumlah halaman ini tentu merujuk pada jumlah hari di tahun 2016 ini, bukan jumlah halaman di yang akan saya tulis di blog ini. Hehehe.

All right. Let's move on to our main discussion. Michael Owen di awal tahun ini berkata, "Today is the 1st of January 2016. That means we won't be in 2015 anymore." 
Maksud Owen jelas. Ini tahun baru, mari kita move on. Itu saja.

Lantas, apakah hal-hal di tahun 2015 harus kita lupakan begitu saja? Tentu saja tidak. Tapi toh tidak baik untuk terlalu banyak menengok ke belakang. Bayangkan saja apa yang akan terjadi jika kita mengendarai sepeda motor dan kita terus melihat ke belakang. Kita tidak akan pernah sampai tujuan karena kita tidak segera maju dan berjalan. Kalau kita nekad jalan dengan terus melihat ke belakang, pasti akan menabrak apapun yang ada di depan kita.

Kendaraan kita dilengkapi dengan spion yang fungsinya melihat apa yang terjadi di belakang kita sehingga kita tidak perlu menengok ke belakang atau jika kita memang kita perlu menengok ke belakang, kita tidak perlu terus menerus melakukannya. Cukup lihat spion dan sesekali tengok ke belakang. Melihat spion pun tidak perlu dilakukan terus-terusan. Bahaya broooo. Fokusnya ya ke arah depan. Melihat yang terjadi di belakang hanya dibutuhkan untuk melihat keadaan di belakang agar kita selamat saat berbelok atau melakukan take over.

Lalu apa hubungannya dengan hidup kita di tahun 2016 ini? Kira-kira begini. Boleh lah kita sesekali melihat yang terjadi di tahun lalu sebagai sebuah pengingat agar kita tetap mawas diri dan tidak lupa terhadap bagian dari sejarah hidup kita. Namun demikian, yang utama adalah melihat ke depan. Moving forward itu artinya berjalan maju dan menatap ke depan agar aman dan selamat sampai tujuan. Soal apa yang jadi tujuan, itu terserah pribadi masing-masing. Mari kita tatap tahun 2016 dengan pasti. Mau punya rencana atau tidak itu bebas, yang penting mari kita menatap ke depan dan melihat masa lalu sebagai sebuah pelajaran agar kita tetap mawas diri, bukan sebagai penghambat untuk maju.
Okay. 2016, I love you so much.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar